Wednesday, 29 November 2017

Kriteria Penilaian Investasi Dan Resiko Investasi Forex


Diposkan por Riza Baktianto di 20.51 KRITERIA INVESTASI. PENGANTAR Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek .. Untuk mengetahui kriteria tersebut, digunakan analisis finansial. Analisis finlandês adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proposek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan amp Muhammad 2005). Analisis finianial terdiri dari: NPV, IRR, NETBC, e PP. Berikut sy jelaskan mengenai beberapa hal tersebut .. a. Valor Presente Líquido (NPV) Valor Presente Líquido (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima projetar selama umur projetar pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. B. Rácio de custo de benefício líquido (Net BC Rasio) Rácio de Benefício e Custo Líquido (Rácio de BC líquido) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net BC merupakan angka perbandingan antara valor presente dari net benefício yang positif dengan valor presente dari net benefit yang negatif. C. Retorno de Taxa Interna (IRR) Taxa Interna Retorno adalah tingkat bunga yang menyamakan valor presente kas keluar yang diharapkan dengan valor presente aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Valor Presente Líquido (NPV) sama dengan nol (0). Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan interno tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. D. Período de retorno (PP) Período de retorno de devolução do imposto de renda (pt): pengembalian investasi adalah salah satu metodo dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain. 4.1 Keputusan gono go dan Pengurutan Proyek Pada hakikatnya melelui penilaian project, kita dapat menarik dua kesimpulan. Pertama, melalui avala projeção kita dapat menentukan apakah Benefício netto suatu prover lebih besar atau lebih kecil daripada Benefício netto suatu peluang investasi marginal. Jika suatu projectek menghasilkan Benefício netto yang lebih besar daripada Benefício netto projetar marginal, pelaksanaannya dapat disetujui, jika lebih kecil, pelaksanaannya harusnya ditolak. Kesimpulan ini mendasari keputusan gono go. Kedua, melalui avaliará projetar kita dapat menentukan urutan berbagai proyek dalam serangkaian peluang investasi yang lebih baik daripada projetar marginal, dan proyek yang berada pada urutan teratas dalam susunan proyek berarti, proek tersebut merupakan proyek yang mempunyai Benefit lebih besar. Kelompok proyek yang termasuk dalam kedua jenis ini, dibagi menjadi dua golongan, yaitu: 183 Projetar eang alternativas mutuamente exclusivas, dua atau lebih proposek merupakan alternativas mutuamente exclusivas, apabila pelaksanaan salah satu diantaranya meniadakan kemungkinan proyek yang lainnya. Adanya mutuamente exclusivo ini disebabkan karena dana yang tersedia tidak cukup untuk membiayai lebih dari satu peluang investasi, proyek-proyek tersebut pada hakikatnya merupakan proyek yang menghasilkan jenis barang atau sasaran tertentu yang sama. Misalnya tempat-tempat alternativa untuk mendirikan pabrik, bendungan, jalan dsb. 183 Proyek yang bukan alternativas mutuamente exclusivas, apabila suatu propy tidak merupakan alternativa terhadap projek yang lain, baik dalam hal penggunaan sumber-sumber maupun pencapaian sasaran yang diharapkan. Projetar seperti ini dapat mempunyai sasaran yang berbeda jenisnya, seperti proyek pabrik semen, pabrik pupuk, proyek transmigrasi, dan projetar perluasan Sekolah Dasar. Projetar ini juga dapat berupa proyek yang saling melengkapi, misalnya projetar pabrik pupuk, projectar ekstensifikasi penanaman padi, dan projek pergudangan beras. Idealnya tidak mungkin ada proyek yang secara strategis lebih bermanfaat bagi masyarakat daripada projetar marjinal, tetapitidak dapat dilaksanakan karena kekurangan dana. Projecek marjinal merupakan proyek yang menguntungkan tetapi dikecualikan (atau ditunda) pelaksanaanya karena terbentur pada masalah pembiayaan. Tetapi dalam kenyataannya, sebagian Negara berkembang mempunyai daftar projetam yang menunggu pembiayaan, yang akan diramalkan akan memberikan taxa de retorno yang lebih tinggi daripada taxa de desconto social yang akan ditentukan oleh rentabilitas proyek marjinal. Jadi, pihak yang berwenang di bidang penyusunan anggaran selalu dihadapkan pada perlunya mengurutkan berbagai proyek demi memilih proyek yang menguntungkan dari sudut pandang masyarakat yang tentunya memenuhi syarat criteria investasi. 4.2 Macam-macam Kriteria Investasi Lima macam critérios investasi, yaitu: 1. Valor Presente Líquido dari Arus Benefício de Biaya (NPV) Keuntungan netto suatu usaha adalah pendapatan bruto dikurangi jumlah biaya. Maka NPV suatu projectek adalah selisisih PV arus benefício dengan PV arus biaya. Bt beneficia o montante súbito bruto pada th t (terdiri dari segala jenis penerimaan atau keuntungan non financial pada th t) Ct biaya sosial bruto pada th t (terdiri dari segala jenis pengeluaran, baik yang bersifat modal maupun rutin) yang dibebani kepada penyelenggara proyek pada t ( No entanto, não é um problema, mas não é um problema. Por favor, não deixe de pagar. Por favor, não deixe de pagar. Por favor, clique no botão direito do mouse para obter uma taxa de desconto social e uma taxa de desconto social de Yungh. Mengembalikan persis sebesar oportunidade social custofaktor produksi modal. Jika NPV lebih kecil dari no, projete tidak dapat menghasilkan senilai biaya yang dipergunakan oleh karena itu pelaksanaannya harus ditolak. Sumber-sumber yang seharusnya dialokasikan untuk projek tersebut sebaiknya digunakan pada penggunaan lain yang lebih menguntungkan. 2 Taxa interna de retorno (IRR) Taxa interna de retorno A taxa de retorno de adalah é considerada como um investimento em netto. Bt dan Ct. Benefitbiaya social bruto dalam th t Bt-Ct. Benefício netto dalam th t, dimana sisi negativo merupakan investasi n. Umur ekonomis proyek Ft. Nilai investasi yang belum dikembalikan sampai akhir tahun t, setelah realisasi benefício atau biaya yang terjadi dalam th itu. Rt. Rendem implicitamente dalam th t, entah dibayarkan (supaya betul diterimadirasakan oleh penyelenggara project) atau tidak. Jadi IRR adalah tingkat t yang memenuhi tiga syarat sebagai berikut: - rendemen implícito dalam tiap tahun sama dengan hasil i kali nilai investasi pada akhir tahun sebelumnya, yakni. Rt iFt-1 - nilai investasi pada akhir tahun t nilai pada tahun sebeumnya ditambah dengan sisa pengurangan benefício netto dan rendemen implisit, yakni: Ft Ft-1Rt - (Bt-Ct) Ft-1iFt-1 8211 (Bt-Ct) (1i ) Ft-1 8211 (Bt-Ct) Ft akan lebih kecil dari Ft-1 apabila benefício netto melebihi rendemen implícito, yaitu Bt-Ct gtRt yang berarti sebagian dari investasi dikembalikan pada th t. - Benefício netto pada akhir umur proyek (tahun n) adalah jumlah (a) nilai investasi yang masih berlaku pada akhir tahun sebelumnya, ditambah (b) rendemen implícito. Akibatnya, nilai investasi pada akhir tahun n menjadi nol. Bn 8211 Cn Fn-1 iFn-1 (1 i) Fn-1 3. Rácio de benefício-custo líquido (Net BC) Net BC merupakan angka perbandingan antara jumlah valor presente yang positif (sebagai pembilang) dengan jumlah valor presente yang negativo (sebagai Penyabut). Secara umum rumusnya adalah: 4. Rácio Bruto Benefício-Custo (bruto BC) Dalam perhitungan Gross BC, pembilang adalah jumlah valor presente valor arus benefício (bruto) dan penyebut adalah jumlah valor presente arus biaya (bruto). Jadi rumusnya adalah: 5. Razão de Provivibilidade (PV8217 K) Critérios ini dipergunakan untuk mengukur rentabilitas suatu projeções diatásticas titik netral sebesar 1,0 dimana NPV 0. tetapi critérios ini dipahami sebagai indeks rentabilitas sehubungan dengan biaya modal saja, yakni membandingkan valor presente arus Sisa beneficiam dikurangi dengan biaya rutin dan biaya modal. Rumusnya adalah: 4.3 Inflasi Harga Umum dan Kriteria Investas Dalam perhitungannya, seluruh beneficiam biaya yang dibandingkan dalam rangka critérios invcstasi harus bersifat riil, yakni harus dinilai berdasar tingkat harga umum yang konstan. Pemakaian uang sebagai dasar ukuran dimaksudkan untuk memudahkan analisis, yaitu dengan menyediakan suatu dasar pembandingan antara berbagai benefício dan biaya. Proporção semestral A dan B memounyai arus benefício netto menurut htar konstan: NPVA -1,0 0,8696 (0,5) 304 jt NPVB -1,0 0,8696 (0,5) 0,7561 (1,0) 191 Jt Terlihat bahwa proyek A lebih menguntungkan. Namun dengan adanya laju inflasi harga umum yang diramalkan sebesar 25, maka akan memberikan NPVA 630jt dan NPVB 725jt. Dari sini terlihat bahwa projectek B tampak lebih menguntungkan. Akan tetapi tujuan analisis benefício Custo adalah memaksimalkan nilai sekarang dari suatu arus daya beli atau, tuntutan akan barang dan jasa riil. Tahun ke 0 1 2 A - 10.000 toneladas 15.000 toneladas - B - 10.000 toneladas 5.000 toneladas 10.000 toneladas Ketika dalam perhitungan konstan seperti contoh diatas tadi menyatakan projectek B yang lebih Benefício, namun apabila kita mengalikan angka inflasi pada tiap tahun, maka harga tahun kedua akan meningkat sehingga projectek A yang dinilai lebih benefício dikarenakan mampu menyediakan beras lebih cepat 1 tahun. 4.3 Depresiasi do critério Inflasi Dalam analisa o custo do benefício, penyusutan tidak dimasukkan dalam arus biaya proyek. Hal ini dikarenakan biaya modal sudah masuk dalam arus biaya, sehingga ketika ditambah biaya penyusutan malah akan menyebabkan dupla contagem. Penyusutan adalah salah satu fluxo de caixa inseguro yang masuk dalam benefício bruto, namun dalam penghitungan benefício netto, penyusutan tidak boleh dikurangkan dengan benefício bruto. 4.3 Kesimpulan Evaluasi projetar mendasari dua keputusan yang akan diambil dalam investasi, yakni ir projeto atau não ir projeto, dan perangkingan berbagai projetar atau alternativo projetar berdasarkan keuntungan yang didapat. Kriteria yang digunakan sebagai indeks untuk menentukan keputusan tersebut diantaranya: NPV. Selisih valor presente dari arus benefício da biaya, dihitung dari taxa de desconto IRR. Taxa de desconto de tingkat yang menjadikan NPV suatu prover sama dengna nol Net BC. Angka perbandingan valor presente dari arus benefício bruto yang positif terhadap arus benefício netto yang negativo Gross BC amp Rentabilidade. Merupakan salah pengertian tentang inti ekonomis beneficiar dan biaya, sehingga tak digunakan di Indonesia. Penghitungan beneficie biaya berdasar nilai nominal dan riil dapat mempengaruhi perhitungan investasi sedemikian rupa sehingga dapat mengelirukan dalam pemilihan proyek. Arus penyusutan tidak dimasukkan dalam komponen biaya dalam perhitungna kriteriaFaktor-faktor yang Mempengaruhi Persediaan Bahan Baku Faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan ini ada beberapa macam. Faktor-faktor tersebut akan saling berkaitan, sehingga secara bersama-sama akan mempunyai persediaan bahan baku. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut: a. Harga bahan baku Harga bahan baku merupakan penyusunan perhitungan berapa besar dana perusahaan harus disediakan untuk investasi dalam persediaan bahan baku ini. B. Perkiraan pemakaian Sebelum kegiatan pembuatan bahan baku dilaksanakan, maka manajemen harus membuat perkiraan bahan baku yang akan dipergunakan dalam proses produksi pada suatu periode. C. Biaya-biaya persediaan Didalam menentukan besarnya persediaan bahan baku, maka perlu diperhitungkan pula biaya-biaya penyelenggaraan bahan baku. D. Pemakaian senyatanya Pemakaian bahan baku senyatanya di periode-periode yang lalu (demanda aktual) merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan seberapa besar penyerapan bahan baku oleh proses produksi perusahaan serta bagaimana hubungannya dengan pemakaian yang sudah disusun dan harus senantiasa dianalisa, dengan demikian maka akan dapat Disusun perkiraan kebutuhan bahan baku mendekati kenyataan. Waktu tunggu (tempo de entrega) adalah tenggang waktu yang diperlukan antara saat pemesanan bahan baku sampai datangnya baha baku tersebut. F. Kebijaksanaan pembelanjaan Seberapa besar persdiaan bahan baku akan mendapatkan dana dari perusahaan akan tergantung pada kebijaksanaan-kebijaksanaan dari dalam perusahaan tersebut. Menurut terry Hill (2000: 104). Menyatakan bahwa: 8220Pengendalian persedyan adalah suatu kegiatan untuk menentukan tempat dan komposisi dari persediaan barang maupun bahan baku sehingga perusahaan dapat melindungi kelancaran produksi dan penjualan serta kebutuhan pembelanjaan perusahaan dengan efektif dan efisien8221. Dengan adanya persediaan memadai dalam jumlah mutu, tempat dan waktu yang tepat, antara lain berguna untuk: a. Menghilangkan resiko terlambatnya kedatangan barang atau bahan yang dipesan. B. Menghilangkan resiko dari barang atau bahan yang dipesan tidak dalam kondisi yang baik dan harus dikembalikan lagi. uma. Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau ikut menjamin kelancaran proses produksi. C. Mescapai penggunaan mesin ideal. D. Untuk menjaga bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat digunakan apabila bahan itu tidak ada pesanan. E. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya dimana keinginan langganan pada suatu waktu dapat dipenuhi atau memberikan jaminan tetap tersedianya barang tersebut. Fungsi dan Pengendalian Persdiaan Fungsi Utama Pengendalian Efektif a. Pengadaan (Procuring) Harus diciptakan beberapa prosedur untuk memperoleh material de fornecimento yang dibutuhkan dalam jumlah cukup. B. Pemeliharaan (Manutenção) Harus diciptakan beberapa prosedur untuk memelihara dan melindungi material yang sudah masuk sebagai persediaan. C. Pengeluaran (Issving) Harus diciptakan, ditentukan suatu route untuk mengeluarkan pada waktu dan tempat yang dibutuhkan. Selain fungsi utama diatas ada beberapa fungsi pengendalian persediaan bahan baku lainnya adalah sebagai berikut: a. Memperoleh bahan-bahan yaitu menetapkan prosedur untuk memperoleh suatu suprimento yang cukup dari bahan-bahan yang dibutuhkan, kualitas maupun kuantitas. B. Menyimpan dan memelihara bahan-bahan dalam persediaan yaitu mengadakan suatu sistem penyimpanan untuk memelihara dan melindungi bahan-bahan yang telah dimasukan kedalam persediaan. C. Pengeluaran bahan-bahan yaitu menetapkan suatu pengeluaran dan penyimpanan bahan-bahan dengan tetap pada saat serta tempat yang dibutuhkan. D. Meminimalisasi investasi dalam bentuk barang (mempertahankan persediaan dalam jumlah yang optimum setiap waktu). Tujuan Pengendalian Persediaan Dari teori fungsi dan tujuan pengendalian tersebut diatas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa pengendaliaan persdiaan bertujuaan untuk: a. Optimalisasi dari modal yang tertahan dalam perusahaan. B. Menjaga agar proses produksi tetap lancar. C. Melindungi persediaan terhadap pemborosan, kerusakan dan resiko-resiko lain. D. Tujuan praktis dalam kegiatan untuk mendapatkan biaya persediaan yang minimalista. Tujuan dari pengendalian persdiaan adalah mempunyai jumlah mutu material yang tepat pada waktu dibutuhkan dengan pengeluaran investasi yang mínimo sesuai dengan kemampuan perusahaan. Menurut Sofjan Assauri (1998: 184). untuk menjamin terdapatnya persediaan pada Tingkat Yang óptima ágar produksi dapat berjalan dengan lancar dan Biaya mínima, maka diperlukan pengawasan pembeliaan bahan baku Yang memenuhi persyaratan-persyaratan menurut kebutuhan Yang standar Yang ditetapkan dalam perusahaan. Persyaratan-persyaratan Yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelian bahan-bahan yaitu : uma. A quantidade certa (jumlah yang tepat) Mendapatkan jumlah yang tepat atau ideal, maka kegiatan produksi berjalan dengan kontinu dan penanaman modal untuk kebutuhan bahan baku sesuai dengan yang diperlukan perusahaan dalam periode yang telah ditetapkan dalam neraca. B. A qualidade certa (mutu yang tepat) Mendapatkan mutu yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan ini sangat menolong dalam kegiatan produksi. Kegiatan pembelian tidak saja diarahkan untuk mutu yang tepat sesuai dengan kebutuhan. C. O tempo certo (waktu yang tepat) Mendapatkan bahan-bahan yang tepat pada waktunya dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan semula jika hal ini meleset dari rencana yang telah ditetapkan, tentu akan membahayakan keadaan perusahaan, maka dari itu telah terjadi kewajiban bagian pembelian untuk memperhatikan Dan memerlukan jaminan dari suplier agar mengirim bahan baku yang telah ditetapkan. D. The Rught Price (preço reduzido) Mendapat harga yang tepat maksudnya, harga yang didapatkan sesuaai dengan standar harga yang telah ditentukan mutu barang yang akan dibeli. E. As fontes certas (suco eang tepat) Mendapatkan suco yang tepat, sehingga dapat menentukan suco yang mana yang memenuhi persyaratan kebutuhan yang diinginkan, seperti jumlah mutu, waktu dan harga. Berikut ini akan dijelaskan tentang metode-metode penilaian investasi yang akan di bahas dalam penulisan ilmiah ini: 1 Metode Payback Período Menurut Bambang Rianto (1995124), Payback Período adalah 8220Suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan prossegue aliran kas netto (Fluxos de caixa líquidos) 8221. Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti método de pagamento. Período de retorno de caixa de banco de dados de banco de dados de banco de dados. Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi. Kriteria pemilihan investasi dengan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut: período de recuperação de Apabila dari suatu investasi lebih kecil pendel dari periode payback maksimum, maka usulan investasi tersebut diterima. Sebaliknya kalau payback periodnya lebih panjang dari pada periode maksimum maka usulan investasi ditolak. Período de retorno de Kebaikan 1. Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit untuk diperkirakan, maka tes dengan metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengambilan investasi. 2. Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua projectand investasi yang mempunyai taxa de retorno de resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengambilannya paling cepat. 3. Metode ini merupakan alat yang sederhana untuk memilih usul-usul investasi sebelum meningkat ke penilaian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan investasi untuk menghasilkan laba seperti dalam prent valor comparado com método de fluxo de caixa descontado. Kelemahan Payback Período 1. Metode ini tidak memperhitungkan nilai waktu uang. Uang yang diterima sekarang lebih berharga jika dibandingkan dengan uang yang akan diterima setahun lagi, karena adanya kesempatan untuk memutarkan uang tersebut untuk memperoleh kembali (retun) dalam usaha bisnis. 2. Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali. Bagaimanapun juga aliran kas sesudah período de recuperação merupakan faktor yang menentukan dalam menghitung kemampuan suatu investasi untuk menghasilkan laba. 2 Metode Net Valor Presente Menurut metode ini, penerimaan kas (entradas de caixa) pada masa yang akan datang selama investasi berlangsung, dihitung bedasarkan nilai sekarang. Besarnya selisih antara pendapatan diferensial dengan biaya diferensial serta dampak pajak penghasilan sebagai akibat dari adanya pendapatan diferensial dan biaya diferensial selama umur ekonomis aktiva tetap tersebut, kemudian dinilai tunaikan dengan tariff kembalian tertentu. Kriteria pemilihan investasi dengan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut: Suatu usulan investasi akan diterima, jika nilai sekarang dari entradas de caixa lebih besar dari nilai sekarang cash out flows-nya. Dengan demikian, usulan investasi dinilai layak untuk dilaksanakan, jika nilai sekarang aliran kasnya positif. Keobaikan metode Valor Presente Líquido 1. Metode ini memperhitungkan nilai waktu uang 2. Dalam método do valor presente semua aliran kas selama umur projetado investasi diperhitungkan dalam pengambilan keputusan investasi Kelemahan metode Valor Presente Líquido 1. Membutuhkan perhitungan yang cermat dalam menentukan tarifa kembalian investasi 2. Dalam O Metode IRR (Taxa Interna de Retorno) Metode Taxa Interna de Retorno (IRR) sering disebut juga Dispensado no Cash Flow (DCF). Pada dasarnya Método de Taxa de Retorno Interno sama dengan Método do Valor Presente, karena kedua-duanya memperhitungkan nilai waktu uang dimasa yang akan datang. Perbedaannya adalah dalam Método do Valor Presente tarifa kembalian (taxa de retorno) sudah ditentukan lebih dahulu sebagai tarif kembalian. Sedangkan dalam Método de fluxo de caixa descontado justru tarif kembalian ini yang dihitung sebagai dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi. Kriteria penerimaan dengan menggunakan metode ini, jika IRR lebih besar dari taxa de retorno yang diisyaratkan maka usulan investasi layak diterima, karena menunjukkan bahwa suatu projek akan mendatangkan keuntungan. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari taxa de retorno yang diisyaratkan maka usulan investasi tersebut ditolak, karena menunjukkan bahwa proyek tersebut mendatangkan kerugian. Kebaikan metode IRR Metode ini memperhitungkan nilai waktu uang Kelemahan metode IRR Terletak pada aturan atau kaidah IRR yang menyatakan bahwa apabila ada 2 Proyek yang mutuamente exclusivo, maka projek yang dipilih yang memiliki IRR lebih besar. 4. Metode ARR (Taxa de Retorno de Retorno) Metode taxa de retorno contábil de taxa de retorno média, menunjukkan prosentase keuntungan neto sesudah pajak dihitung dari investimento médio. Apabila tiga metodo período de amortização, do valor presente líquido mendasarkan diri dari processa atau fluxos de caixa, maka metodo taxa contábil de retorno ini mendasarkan diri pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku (receita acumulada relatada). Kriteria pemilihan investasi dengan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut. Suatu investasi akan diterima jika kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleah manajemen puncak perusahaan. Jika pengambilan keputusan belum memiliki batsan taxa kembalian investasi, maka dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih adalah yang memberikan tingkat kembalian yang terbesar. Kebaikan metode ARR Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur investasi. Kelemahan metode ARR 1. Tidak memperhitungkan nilai waktu uang. 2. Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi. 3. Metode ini tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan dalam drinkapa tahap.

No comments:

Post a Comment